Tampilkan postingan dengan label Kritik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kritik. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Januari 2014

Biennale Jogja XII Menuai Kritik




 
(taman berbulan kembar, karya eko nugroho - Jogja Nasional Museum)
Biennale Jogja XII menuai kritik? Disampaikan pada saat malam penutupan di gedung societet taman budaya Yogyakarta, djoko pekik, pelukis senior yang malam itu menerima penghargaan lifetime achievement dalam pernyataannya menyampaikan kritik yang begitu tajam untuk penyelenggara Biennale Jogja XII. “Saya beberapa kali menyempatkan diri bersepeda untuk mengunjungi beberapa lokasi pameran Biennale, tapi yang saya dapati sama: ruang pamer yang kosong dan sepi,” begitu pelukis yang sempat mendekam di kamp pengasingan selama masa orde baru mengawali kritiknya.

Jumat, 01 Februari 2013

GALANGKANGIN MENGGUGAT BALI


GALANGKANGIN MENGGUGAT BALI
Apalah artinya kesenian, bila terpisah dari derita lingkungan
Apalah artinya berpikir, bila terpisah dari masalah kehidupan (Rendra, Sajak Sebatang Lisong)
okupasi, i made supena. 

            Bila anda membaca artikel tentang pulau dewata bali di sebuah koran, majalah, situs internet, atau brosur pariwisata dan belum pernah sekalipun menginjakkan kaki anda di bali, image apa yang mungkin muncul dalam benak anda? Barangkali bali adalah pulau yang asri, yang keseimbangan alamnya masih terjaga, dimana sawahnya yang berundak-undak dipenuhi petani dan masyarakatnya masih gigih memegang tradisi. Indah sekali, sepertihalnya lukisan-lukisan mooi indie yang sempat populer di kisaran tahun 1930-an. Tapi bila anda punya waktu luang, dan sedikit anggaran untuk liburan ke pulau bali, jangan terlalu kaget bila bayangan yang sempat muncul di benak anda mungkin tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Bali sudah jauh berubah. Meskipun di beberapa bagian masih diupayakan pelestarian ekologi.