Tampilkan postingan dengan label Lukisan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lukisan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Desember 2013

MELAMPAUI MATA TELANJANG

Melampaui Mata Telanjang
Catatan apresiasi terhadap karya Pupuk Daru Purnomo dalam pameran Meta/Mata 
 
Pain is inevitable, suffering is optional (Haruki Murakami)



           

Bagi seorang perupa, mata adalah indera terpenting dari kelima indera lainnya. Karena melalui mata, seorang perupa mampu menangkap realita kemudian sekali lagi memvisualkannya ke dalam medium kanvas. Mengetahui ada penyakit yang menyerang matanya, tentu menjadi pukulan yang amat berat bagi seorang perupa, apalagi di tengah kematangan usia dan pengalamannya. Seperti sebuah pertaruhan, menang melawan penyakit yang berarti bisa kembali melanjutkan karir keseniannya, atau kalah dan karir kesenian cukup sampai disini. Tidak mudah berada dalam situasi semacam itu, tapi diam sama artinya dengan menyerah, maka lebih baik melawan dengan terus berkarya di tengah keterbatasan.

Minggu, 08 April 2012

BENTANG IMAJINASI DAN REKONSTRUKSI ALAM MIMPI


BENTANG IMAJINASI DAN REKONSTRUKSI ALAM MIMPI
Catatan atas beberapa karya Citra Sasmita
Oleh dwi s. wibowo

Di tahun 1939, seorang perempuan dari negeri yang (waktu itu) masih menganut paham sosialis pernah melukiskan sosok dirinya yang sakit dan terbaring di ranjang, dan di atasnya terbaring juga sesosok skeleton yang kakinya terbalut rangkaian dinamit. Lukisan itu, (bagi saya) adalah representasi dari dunia yang dibangun oleh perempuan tersebut dalam sebuah upaya rekonstruksi. Karena dunia yang tengah dibangunnya, bukanlah dunia yang secara fisik nyata dan dapat kita lihat sehari-hari, namun dunia yang dibangunnya tersebut adalah dunia yang secara realita kerap kita jumpai namun tak ada dalam kenyataan. Dimanakah dunia macam itu kerap kita jumpai?