Tampilkan postingan dengan label Seni Konseptual. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seni Konseptual. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Agustus 2014

Relasi Manusia dan Kota




oleh Dwi S. Wibowo

Relasi antara manusia dan kota menjadi semacam kata kunci untuk memasuki pameran “pukul 4 di ruang publik” yang digelar oleh Kedai kebun forum yang bekerja sama dengan Langgeng art foundation. Pameran ini mengkombinasikan empat seniman dengan latar keahlian yang secara spesifik berbeda dalam satu kerangka pameran seni rupa, sehingga terjalin sebuah narasi yang tersusun dari empat subtema yang digarap oleh masing-masing seniman. Keempat seniman tersebut adalah Tia pamungkas, Nindityo adipurnomo, Hanura hosea, dan Agnesia linda. 

Kamis, 29 Maret 2012

ELLA, KAU TERGETAR PADA APA YANG SEBENTAR


ELLA, KAU TERGETAR PADA APA YANG SEBENTAR
Sekedar catatan/kesan terhadap “Impermanence 36 Hours” karya Ella Wijt
oleh dwi s. wibowo
 
Kita semua tahu, tak ada daging dalam televisi. Aih, jangan percaya televisi diciptakan dari darah. Jangan salahkan lelaki yang rambutnya tidak bisa di sisir. (Afrizal Malna, Bush dan Rambut yang Tak Bisa Disisir)

         Seni rupa, sebagaimana (potongan) puisi di atas adalah suara-suara zaman yang ingin didengar. Saya berikan ilustrasi berupa potongan puisi Afrizal malna di atas “Bush dan Rambut yang Tak Bisa Disisir”. Afrizal menanggapi issue pertentangan antara Bush (Amerika)